PALU, INFOAKTUALTERKINI.COM – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS), Kawendra Lukistian, menegaskan bahwa ekonomi kreatif merupakan sektor strategis yang akan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Karena itu, seluruh potensi kreatif di daerah harus terus didorong agar mampu berkembang, berdaya saing, dan menembus pasar internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Kawendra dalam kegiatan GEKRAFS yang berlangsung di Grand Sya Hotel Palu, Selasa (28/7/2026) malam. Acara itu turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP GEKRAFS, serta Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Rudy Dewanto. Sejumlah kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Kawendra mengatakan bahwa perjuangan GEKRAFS selama ini dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif mulai menunjukkan hasil yang positif. Berbagai kebijakan pemerintah kini semakin memberikan ruang dan dukungan bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang.
Menurutnya, terdapat empat fokus utama yang harus menjadi perhatian bersama, yaitu meningkatkan literasi ekonomi kreatif, melahirkan lebih banyak wirausahawan baru, memperluas lapangan pekerjaan, serta menjaga dan melestarikan produk kreatif, seni, dan budaya Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa masih banyak pelaku usaha kuliner, seni, musik, kriya, maupun sektor kreatif lainnya yang belum memahami bahwa aktivitas mereka merupakan bagian dari ekonomi kreatif. Karena itu, GEKRAFS memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi sekaligus membuka akses agar para pelaku usaha mampu mengembangkan bisnisnya secara lebih luas.
Selain meningkatkan literasi, Kawendra juga menekankan pentingnya memberikan perlindungan dan penghargaan kepada para pekerja kreatif, mulai dari musisi, seniman, kreator digital, hingga berbagai profesi kreatif lainnya. Menurutnya, kreativitas merupakan aset bangsa yang harus dijaga karena mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kawendra juga memaparkan delapan program strategis GEKRAFS yang dikenal dengan Asta Karya. Program tersebut meliputi penguatan akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif, perlindungan hak kekayaan intelektual, diplomasi gastronomi Indonesia, penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan apresiasi terhadap pekerja kreatif, pengembangan literasi dan pemasaran digital, penguatan jejaring ekonomi kreatif regional, hingga perluasan jaringan internasional.
Menurutnya, seluruh program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan para pelaku ekonomi kreatif, mulai dari persoalan modal usaha, perlindungan karya, promosi produk, hingga membuka akses pemasaran ke tingkat nasional dan global.
Kawendra mengungkapkan bahwa GEKRAFS kini telah membangun jaringan di berbagai negara. Jaringan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku ekonomi kreatif di daerah untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk-produk unggulan Indonesia ke pasar internasional.
Ia mengajak para pelaku ekonomi kreatif di Sulawesi Tengah agar tidak hanya berorientasi pada pasar lokal, tetapi mulai mempersiapkan produk yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun dunia.
"Jika Sulawesi Tengah memiliki produk-produk terbaik, manfaatkan jaringan yang telah dibangun GEKRAFS. Jangan hanya berpikir pasar lokal, tetapi bagaimana produk tersebut bisa dikenal hingga pasar internasional," ujarnya.
Lebih lanjut, Kawendra mengingatkan seluruh pengurus GEKRAFS di daerah agar menjadikan organisasi sebagai wadah yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar organisasi formal.
Menurutnya, GEKRAFS harus mampu membuka akses kolaborasi, memperluas jaringan usaha, mendampingi pelaku ekonomi kreatif, serta menjadi jembatan bagi lahirnya inovasi dan peluang usaha baru.
"GEKRAFS jangan dijadikan gerbong untuk gaya-gayaan, tetapi menjadi gerbong untuk memberikan kebermanfaatan," tegasnya.
Ia optimistis Sulawesi Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui sektor seni, budaya, kuliner, kriya, fesyen, hingga kreativitas generasi muda.
Dengan dukungan literasi, pembiayaan, perlindungan kekayaan intelektual, pemasaran digital, serta jejaring nasional dan internasional, ekonomi kreatif diyakini mampu menjadi kekuatan ekonomi,kreatif diyakini mampu menjadi kekuatan ekonomi baru yang menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membawa produk-produk lokal Indonesia bersaing di pasar global.
Liputan: Agl
Editor: R
