Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Neraka Lumpur di Jantung Nikel: Poros Tompira Hancur Lebur, Pejabat BPJN Sulteng Pilih Bungkam

Minggu, 26 Juli 2026 | Juli 26, 2026 WIB Last Updated 2026-07-26T14:03:40Z

 

MOROWALI UTARA INFOAKTUALTERKINI.COM— Urat nadi logistik dan mobilitas yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara di Desa Tompira, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, kini berubah wujud menjadi "kubangan lumpur maut". Di tengah jeritan pengendara yang setiap hari bertaruh nyawa di antara lubang menganga yang tertutup genangan air, jajaran elite Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah justru memilih bungkam seribu bahasa.


​Hingga Sabtu, 26 Juli 2026, upaya konfirmasi yang dilayangkan awak media sejak beberapa hari sebelumnya sama sekali tidak mendapat respons. Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Kasatker Wilayah 4, hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait, Stenly, kompak mengunci mulut rapat-rapat di tengah gelombang kemarahan publik yang semakin membara.


​Kontribusi Triliunan, Imbalan Jalan Hancur Ironisnya, kerusakan infrastruktur parah ini terjadi di jantung kawasan industri nikel raksasa yang menyumbangkan devisa dan kontribusi fiskal raksasa bagi kas negara. Namun, kemakmuran tambang nasional tersebut tampak berbanding terbalik dengan realitas di atas tanah Tompira.


​"Kami taat membayar pajak dan menopang ekonomi nasional, tetapi jalan di kawasan industri strategis ini dibiarkan hancur lebur. Apakah harus menunggu korban jiwa bertumbangan baru negara hadir?" ujar seorang pengguna jalan dengan nada geram.


​Desakan Darurat Tanpa Kompromi Musim hujan yang terus mengguyur memperparah situasi, membuat jebakan lubang maut tak terlihat dan memicu kemacetan total berjam-jam. Publik dan para penggiat transportasi lintas provinsi kini mendesak Kementerian PU c.q. BPJN Sulawesi Tengah agar segera turun tangan secara instan, alih-alih bersembunyi di balik meja birokrasi yang dingin dan lamban.


​Jika sikap tutup mata dan bungkam ini terus dipelihara, bukan tidak mungkin ketidakpercayaan publik terhadap akuntabilitas pelayanan publik di jalur trans-provinsi ini akan meledak menjadi aksi protes yang lebih besar.


​(Tim)

×
Berita Terbaru Update