Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Jembatan Sei Sumbang: Retakan pada Lapisan Pelindung Bukan pada Struktur Utama — Tim PUPR melalui bidang bina marga Turun, Pantau Besok

Kamis, 24 September 2026 | September 24, 2026 WIB Last Updated 2026-09-29T02:47:01Z

 

BERAU — KALTIM. Infoaktualterkini.Com

Jembatan Sei Sumbang di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, kabupaten berau yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Berau dengan anggaran Rp14,8 miliar, kini menjadi penopang utama konektivitas sekaligus ikon baru pariwisata pesisir dengan desain khas menyerupai hewan kelomang .

Jembatan berjenis rangka baja girder custom, kelas jembatan tipe C, ini memiliki panjang bentang 40 meter dan lebar efektif 3,50 meter. Sebagai bangunan permanen, ia menggantikan jembatan kayu yang sebelumnya kerap rusak diterjang banjir dan berkali-kali putus, memutus akses warga di kedua tepi sungai .

Dalam beberapa pekan terakhir, warga melaporkan munculnya retakan memanjang pada bagian permukaan struktur. Kekhawatiran pun bermunculan — apakah keretakan itu mengancam keutuhan bangunan bawah (pondasi, pilar, abutmen) maupun bangunan atas (gelagar utama, pelat lantai)?

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Beny, dikonfirmasi Jumat (25/9/2026) menjelaskan posisi keretakan secara teknis:

"Yang mengalami retakan itu bukan pada struktur utama bangunan bawah maupun pada gelagar penahan beban utama. 

Retakan terjadi pada lapisan bagian atas pelat lantai atau lapisan penutup permukaan — lapisan yang berfungsi sebagai perata dan pelindung, bukan elemen penyangga beban struktur."

Jembatan ini dirancang dengan kapasitas beban layanan maksimal 8 ton. Diduga kuat, tingginya frekuensi kendaraan pengangkut kelapa sawit yang melintas melebihi batas muat yang ditetapkan menjadi pemicu munculnya keretakan pada lapisan permukaan tersebut .

Beny menegaskan, elemen struktur penyangga — meliputi gelagar utama, sistem perletakan, pilar, serta pondasi — sejauh ini belum ditemukan tanda kerusakan, Meski demikian, pemeriksaan menyeluruh tetap dijadwalkan:

"Insya Allah besok Sabtu, tim gabungan Dinas PUPR bersama konsultan perencana akan turun langsung ke lokasi. Pemeriksaan mendalam terhadap seluruh elemen struktur, mulai dari pelat lantai, gelagar, perletakan, hingga kondisi pondasi, direncanakan berlangsung selama 3–4 hari."

"insya allah dari hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan retakan bersifat lokal pada lapisan permukaan dan belum mengganggu kemampuan struktur dalam menahan beban rencana. 


Kendati demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya perbaikan berupa perbaikan lapisan permukaan maupun penguatan jika ditemukan indikasi lain .

 

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pihak Dinas PUPR melalui bidang bina marga berjanji akan mengumumkan hasil lengkap pemeriksaan serta langkah penanganan yang diambil segera setelah proses selesai.

 

Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas PUPR juga mengingatkan pengemudi kendaraan niaga agar mematuhi batas muat yang berlaku. 


Jembatan ini bukan sekadar penghubung, melainkan aset strategis yang dibangun dengan biaya besar untuk jangka panjang — dan kelestariannya bergantung pada pemakaian yang tertib serta pengawasan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

(*sumber kaltim*)

×
Berita Terbaru Update