KOTA PALU Infoaktualterkini.Com – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palu, Hj. Diah Puspita, S.A.P., M.A.P., menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Sulawesi Tengah di Asrama Haji Transit Palu, Jumat (18/9/2026).
Peringatan Maulid Nabi tersebut tidak hanya diisi dengan lantunan shalawat dan tausiah, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan warga Banjar di perantauan.
Kegiatan mengangkat tema **“Meneladani dan Cinta kepada Rasulullah SAW; Mengikat Tali Asah, Asih, dan Asuh untuk Memperkuat Silaturahim Kula Warga Bubuhan Banjar Sulawesi Tengah. Bergerak Bersama, Moving in Action Memajukan Kota Palu Menyongsong HUT ke-48.”**
Sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat daerah turut hadir, di antaranya mantan Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura, jajaran pengurus KBB, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Hardi, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Diah Puspita mengingatkan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai tradisi tahunan atau sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW.
Menurutnya, peringatan Maulid harus menjadi momentum untuk meneladani akhlak, perjuangan, kasih sayang dan kepemimpinan Rasulullah SAW, kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
> “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tentunya bukan hanya menjadi tradisi atau mengenang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW saja, tetapi lebih dari itu, mari kita jadikan peringatan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk meneladani akhlak, perjuangan, kasih sayang, dan kepemimpinan beliau Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Diah juga menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat tali silaturahim sebagai bagian dari ajaran Rasulullah SAW.
Ia mengajak masyarakat yang hadir untuk memperbanyak selawat, memperkuat ukhuwah dan silaturahim, serta senantiasa menebarkan kebaikan di mana pun berada.
“Terkhusus untuk keluarga besar Kerukunan Bubuhan Banjar, semoga senantiasa diberikan kekompakan, kesatuan, kesehatan, serta keberkahan bagi kita semua. Semoga silaturahim kita malam hari ini menjadi amal ibadah serta membawa keberkahan bagi masyarakat dan generasi kita mendatang,” tuturnya.
Lebih lanjut, Diah berharap keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi landasan dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, generasi penerus tidak hanya perlu mewarisi kultur dan budaya, tetapi juga harus tumbuh dengan keimanan dan akhlak yang mulia.
“Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, kita berharap generasi kita insyaallah bukan hanya tumbuh mewariskan kultur dan budaya kita, tetapi kita harap anak-anak generasi kita tumbuh menjadi anak-anak yang beriman dan berakhlak mulia,” katanya.
### KBB Siapkan Kepengurusan di Donggala
Sementara itu, momentum Maulid Nabi juga menjadi bagian dari upaya KBB Sulawesi Tengah memperluas jaringan organisasi. Pengurus KBB menyampaikan rencana pembentukan kepengurusan KBB di Kabupaten Donggala.
Pembentukan kepengurusan tersebut ditargetkan terealisasi paling lambat dalam tiga bulan mendatang. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jaringan organisasi sekaligus memperkuat komunikasi dan silaturahmi warga Banjar di wilayah Sulawesi Tengah.
Kepengurusan KBB di Donggala nantinya diharapkan menjadi wadah bagi warga Banjar untuk saling mengenal, berkomunikasi dan berkontribusi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Ketua panitia dalam laporannya turut menyampaikan apresiasi kepada para donatur, warga Banjar dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
Menurut panitia, keberhasilan pelaksanaan Maulid Nabi bukan semata-mata hasil kerja panitia, melainkan buah dari gotong royong dan kepedulian seluruh warga.
“Dukungan dan kehadiran masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan ini,” demikian disampaikan dalam laporan panitia.
Peringatan Maulid kemudian diisi dengan pembacaan shalawat dan tausiah. Para jamaah diajak menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Menutup sambutannya, Diah kembali mengajak masyarakat menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai bagian yang menyatu dalam kehidupan.
> “Mari jadikan teladan Rasulullah SAW menyatu dalam kehidupan kita sehari-hari, agar insyaallah kita semua senantiasa mendapatkan syafaat dari beliau hingga akhir nanti,” pungkasnya.
Bagi KBB, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian dan silaturahmi sekaligus menjaga eksistensi warga Banjar di tanah rantau. ( Agl )

