PALU, INFOAKTUALTERKINI.COM – Bank Indonesia (BI) mendorong Sulawesi Tengah tidak hanya mengandalkan sektor pertambangan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.
Diversifikasi sektor ekonomi, penguatan UMKM, perluasan akses pembiayaan, serta percepatan digitalisasi dinilai menjadi kunci agar ekonomi daerah semakin tangguh menghadapi ketidakpastian global.
Pesan tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, dalam sambutannya di hadapan jajaran pemerintah daerah, DPR RI, pimpinan perbankan, akademisi, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan tamu undangan di Sulawesi Tengah.
Mengawali sambutannya, Aida menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini menjadi mitra Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi hal penting karena Bank Indonesia tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga ketahanan perekonomian.
“Bank Indonesia tidak akan bisa melakukannya tanpa Bapak dan Ibu sekalian,” kata Aida.
Sulteng Diminta Perkuat Sumber Pertumbuhan Baru
Aida mengatakan, momentum tersebut menjadi penting karena Sulawesi Tengah tengah menghadapi kebutuhan untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi.
Selama ini, sektor pertambangan menjadi salah satu penopang utama perekonomian Sulteng.
Namun, ketergantungan pada satu sektor dinilai perlu diimbangi dengan pengembangan sektor lainnya agar ekonomi daerah memiliki daya tahan lebih kuat.
“Provinsi Sulawesi Tengah sedang melakukan upaya diversifikasi pertumbuhan ekonomi, tidak saja melalui sektor pertambangan, tetapi juga bagaimana menjaga daya tahannya,” ujarnya.
Menurut Aida, kondisi ekonomi global yang bergerak dinamis membuat daerah perlu memperkuat sumber pertumbuhan domestik.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi masih menunjukkan kinerja positif dan kondisi tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat fondasi ekonomi Sulawesi Tengah.
Selain pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi juga menjadi bagian penting yang mendapat apresiasi dari Bank Indonesia.
Aida berharap capaian pengendalian inflasi di Sulawesi Tengah dapat menjadi modal bersama untuk terus memperbaiki kondisi perekonomian dan menjaga daya beli masyarakat.
UMKM Jadi Kekuatan Besar Ekonomi
Tidak hanya sektor makro, Aida juga menyoroti besarnya peran UMKM dalam perekonomian.
Ia menegaskan, UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional sekaligus menjadi salah satu sektor utama dalam penyerapan tenaga kerja.
“UMKM sudah tidak ada lawannya,” tegas Aida.
Ia mengatakan potensi UMKM juga sangat besar di Sulawesi Tengah.
Sejumlah produk lokal bahkan dinilai memiliki kualitas dan daya saing untuk dikembangkan ke pasar yang lebih luas.
Salah satu produk yang disinggung adalah bawang goreng khas Sulawesi Tengah yang dinilai memiliki cita rasa dan potensi pasar yang baik.
Karena itu, Aida mendorong agar UMKM tidak berhenti pada skala usaha kecil, tetapi terus didorong untuk naik kelas.
Akses Pembiayaan hingga Peluang Ekspor
Bank Indonesia, lanjut Aida, terus berkomitmen mendukung pengembangan UMKM melalui peningkatan kapasitas dan penguatan model bisnis.
Pelaku UMKM perlu mendapatkan pendampingan agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperbaiki tata kelola usaha, memperluas pasar, hingga memiliki akses pembiayaan yang semakin baik.
Dengan penguatan tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang untuk masuk ke pasar ekspor.
“Supaya UMKM-nya terus naik kelas,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan pembiayaan.
Peningkatan kapasitas, kualitas produk, pemasaran, legalitas, serta kemampuan memanfaatkan teknologi juga harus berjalan secara bersamaan.
Digitalisasi Jadi Keharusan
Aida juga menekankan pentingnya transformasi digital bagi UMKM.
Menurutnya, perkembangan sistem pembayaran digital memberikan peluang besar bagi pelaku usaha untuk memperluas transaksi sekaligus meningkatkan efisiensi.
Bank Indonesia terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang lebih modern dan inklusif.
Bagi UMKM, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan bagian dari kebutuhan untuk menjawab perubahan perilaku konsumen dan perkembangan zaman.
Karena itu, pelaku UMKM Sulawesi Tengah didorong semakin aktif memanfaatkan sistem pembayaran digital dan berbagai kanal pemasaran berbasis teknologi.
* Produk Lokal Harus Berani Keluar Daerah*
Selain pembiayaan dan digitalisasi, Aida menilai promosi menjadi faktor penting dalam memperluas pasar produk UMKM.
Ia mendorong pelaku UMKM Sulawesi Tengah memanfaatkan berbagai pameran dan kegiatan promosi berskala nasional untuk memperkenalkan produk unggulan daerah.
Menurutnya, pameran bukan sekadar tempat menjual produk, tetapi juga menjadi ruang memperluas jaringan bisnis, mencari mitra, serta membuka peluang pasar baru.
Aida bahkan mendorong agar pelaku UMKM Sulawesi Tengah berani membawa produk mereka ke berbagai ajang nasional.
“Kalau UMKM-nya bagus, bawa UMKM-nya ke sana.
Bawa teman-temannya semua,” katanya.
Kolaborasi Jadi Kunci
Menutup sambutannya, Aida menegaskan bahwa kemajuan ekonomi Sulawesi Tengah membutuhkan kerja bersama.
Pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat harus berada dalam satu ekosistem untuk memperkuat ekonomi daerah.
Menurutnya, Sulawesi Tengah tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan tersebut harus dibangun dengan fondasi yang kuat, beragam, inklusif, dan mampu bertahan menghadapi perubahan ekonomi global.
“Untuk membawa Sulawesi Tengah maju, kita harus membawa UMKM-nya maju juga.
Kita harus digital, menjawab tantangan zaman, dan kita harus bersama-sama,” tegas Aida.
Ia berharap seluruh program dan kolaborasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong Sulawesi Tengah menjadi daerah dengan perekonomian yang semakin kuat dan berdaya saing.
Liputan,' Rudi Ch
Foto : Agl

