Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Polres Tolitoli Rilis Pencapaian Akhir Tahun: Kasus Kejahatan Konvensional Dan Trasnasional Naik, Korupsi Turun.

Selasa, 30 Desember 2025 | Desember 30, 2025 WIB Last Updated 2025-12-31T06:05:58Z

 


Tolitoli, Info aktual terkini.com - Polres Tolitoli merilis pencapaian akhir tahun terkait penanganan kejahatan 2024-2025. Dalam konferensi pers yang dihadiri oleh berbagai awak media pada hari Selasa (30/12/2025). Pencapaian ini disampaikan langsung oleh Kapolres Tolitoli akp Wayan wayracana Aryawan Sik.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyampaikan rangkuman empat jenis kegiatan penanganan kejahatan dengan peringkat tertinggi yaitu:


1.kejahatan konvensional ( penganiayaan biasa, pencurian, kecelakaan lalulintas, penggelapan, dan curanmor) sebanyak 342 kasus.

2.kejahatan transnasional (narkotika dan perdagangan manusia) sebanyak 39 kasus.

3.kejahatan kekayaan negara (korupsi) sebanyak 1 kasus.


Sementara untuk performa per Polsek jumlah kasus kejahatan perpolsek tahun 2025 menunjukkan kenaikan dibanding (2014). Kecuali Polsek dampal selatan, yang tetap stabil.

Polres Tolitoli pusat: dari 455 kasus (2024) menjadi 515 kasus (2025).

Polsek dampal selatan tetap 11 kasus

Polsek dampal Utara  dari 7 kasus menjadi 14 kasus

Polsek Dondo ,dari 20 kasus menjadi 35 kasus

Polsek ogodede dari 5 kasus menjadi 11 kasus

Polsek basidondo dari 5 kasus menjadi 17 kasus

Polsek Tolitoli Utara dari 8 kasus menjadi 20 kasus.

Sementara itu, Polsek baolan ,lampasio,Galang, dan dakopamean mencatatkan angka kasus 0 dikarenakan tidak adanya penyidik reserse criminal di unit tersebut.


Perbandingan tahun 2024-2025 dibandingkan  tahun sebelumnya terjadi perubahan signifikan pada tiga kategori kejahatan :

-Kejahatan konvensional naik 112 kasus atau sebesar 23,78%

-kejahatan transnasional naik 5 kasus atau 14,7% 

-kejahatan terhadap negara turun 3 kasus atau 75%

Kejahatan berimplikasi kontinjensi tidak mengalami perubahan.



Total gangguan Kamtibmas dan keamanan masyarakat tahun 2025 mencapai 623 kasus,yang masih didominasi oleh kejahatan konvensional. Khususnya untuk kasus penganiayaan sebanyak 111 kasus. Disebabkan oleh berbagai faktor seperti pengaruh minuman keras, dendam, sengketa lahan, rasa malu (siri), tingginya pengangguran dan ejekan antar kelompok pemuda. (IBRA)

×
Berita Terbaru Update