Tolitoli, infoaktualterkini.com - kegiatan gerakan menanam pangan dalam rangka gerakan desa gema tandan desa untuk memperingati hari kesetiakawanan sosial nasional (HKSN) ke-77 di desa ginunggung resmi dibuka pada hari Sabtu, 20/12/2025. Pembukaan dilakukan oleh wakil bupati yang di wakili dinas ketahanan pangan, Moh tang S.Pd,Msi.
Dalam sambutannya Moh. Tang, menyampaikan bahwa peringatan HKSN bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk menemukan kembali nilai gotong royong , kepedulian sosial, dan solidaritas yang menjadi jatidiri bangsa Indonesia, " nilai-nilai ini sejak dahulu menjadi kekuatan desa dalam menghadapi tantangan kehidupan. Melalui kegiatan gema tandan desa ,kita membuktikan bahwa semangat kesetiakawanan sosial dapat mewujudkan penguatan ketahanan pangan didesa, "ucapnya.
Kadis juga mengapresiasi kerja keras pemerintah desa ginunggung dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini, " saya berharap gerakan menanam ini dapat terus berlanjut, dirawat, dan di kembangkan agar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan kebersamaan ,dapat menjadi contoh desa yang kuat secara sosial dan mandiri secara pangan," ujarnya.
Sementara itu kepala desa ginunggung H,Anwar lihawa sap mengajak masyarakat untuk menghidupkan semangat gotong royong sesuai visi-misi bupati dengan tema petani keren, pangan berdaulat, petani merdeka, " dalam era efesiensi anggaran jawabannya adalah gotong royong . Kita sudah berdaulat dan merdeka, namun belum sepenuhnya bersatu, kedaulatan yang adil dan makmur tidak akan tercapai Tampa persatuan, "tegasnya.
Kades menjelaskan bahwa berbagai kebutuhan kegiatan , termasuk 300 lembar bendera dan 600 lembar seragam hatinya PKK tidak menggunakan anggaran dana desa, meskipun ada efesiensi anggaran dari Mentri keuangan , " kehadiran dunia usaha ,mahasiswa STIP , dan masyarakat menjadi bukti kongkrit kekuatan gotong royong , "tambahnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kapolsek Galang, danramil, babinpropos lanal, perwakilan kejaksaan, camat galang, BPD ,dosen dan mahasiswa sekolah tinggi ilmu pertanian Mujahidin, serta masyarakat luas. (IBRA)

