Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Ketika Air Kembali ke Sawah - Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama Kewenangan Daerah di BWS Sulawesi III Palu 2026 Dimulai

Selasa, 03 November 2026 | November 03, 2026 WIB Last Updated 2026-11-04T05:51:15Z

Ketika Air Kembali ke Sawah - Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama Kewenangan Daerah di BWS Sulawesi III Palu 2026 Dimulai



Ketika Air Kembali ke Sawah - Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama Kewenangan Daerah di BWS Sulawesi III Palu 2026 Dimulai


PALU - Siang itu di beberapa Daerah Irigasi (D.I) di Sulawesi Tengah. Matahari tepat di atas ubun-ubun. Di sebuah hamparan sawah, air jernih mengalir pelan, air itu dialirkan melalui saluran irigasi yang telah selesai dikerjakan oleh Nindya Karya tahun 2025 lalu.


Seorang petani tua membungkuk, membuka pintu sadap. Air mengalir masuk ke petak sawahnya yang baru ditanami padi berumur seminggu. Wajahnya sumringah.


" Dulu sebelum Nindya Karya laksanakan perbaikan tahun 2025, kami tidak dapat air lancar, Pak. Salurannya jebol, banyak yang bocor. Sekarang setelah diperbaiki, airnya kembali lancar. Padi kami bisa hidup lagi," katanya.


Itulah potret kecil dari manfaat besar program Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama Kewenangan Daerah di Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu Tahun 2025 Lalu yang dikerjakan oleh Nindya Karya.


Tahun ini, BWS Sulawesi III Palu yang wilayah kerjanya meliputi hampir seluruh Sulawesi Tengah, kembali menjalankan paket pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi utama yang menjadi kewenangan daerah. Bukan irigasi kecil, tapi irigasi utama yang menjadi nadi ribuan hektar sawah.


KENAPA HARUS DIREHABILITASI?


Jawabannya, banyak jaringan irigasi di Sulawesi Tengah dibangun tahun 1980-an dan 1990-an. Usianya sudah lebih dari 30 tahun.


Saluran primer yang dulu kokoh, kini banyak yang retak, bocor, jebol diterjang banjir, dan tertimbun sedimen. Pintu-pintu air yang sudah karatan tidak bisa dibuka tutup. Bangunan sadap dan bangunan bagi yang miring.


Akibatnya, air dari bendung tidak sampai ke sawah. Di hulu kebanjiran, di hilir kekeringan. Petani merugi. Ada yang hanya panen sekali setahun, padahal dulu bisa dua sampai tiga kali.


"Kalau saluran bocor, air hilang di jalan. Petani di ujung tidak dapat air. Akhirnya ribut, rebutan air. Produktivitas turun," ujar salah satu petugas OP Irigasi di Sigi.


Karena itu, tahun 2026 ini BWS Sulawesi III Palu melakukan langkah besar: merehabilitasi dan meningkatkan jaringan irigasi utama yang rusak agar kembali berfungsi 100%.


LINGKUP PEKERJAAN 2026 - DARI HULU KE HILIR


Secara umum, paket pekerjaan Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama Kewenangan Daerah di BWS Sulawesi III Palu 2026 meliputi:


1. Rehabilitasi Saluran Primer dan Sekunder


Saluran utama yang retak, bocor, dan ditumbuhi rumput liar dibongkar dan dicor ulang dengan beton. Ada yang diperkuat dengan pasangan batu. Ada yang dilining dengan beton agar tidak bocor dan aliran air lebih cepat. Saluran yang dangkal karena sedimen dikeruk, sehingga kapasitas air kembali normal.


2. Rehabilitasi dan Penggantian Pintu Air


Pintu-pintu air yang karatan, rusak, dan tidak bisa dioperasikan diganti dengan pintu baru dari baja yang lebih kuat dan kedap air. Pintu sorong, pintu radial, dan pintu sadap diperbaiki agar pembagian air ke tiap-tiap desa bisa adil dan terukur.


3. Rehabilitasi Bangunan Irigasi


Bangunan bagi, bangunan sadap, bangunan ukur, gorong-gorong, dan jembatan siphon yang rusak diperbaiki total. Ada yang dibangun baru karena sudah tidak layak. Bangunan-bangunan ini adalah jantungnya irigasi. Kalau bangunannya rusak, air tidak bisa dibagi.


4. Normalisasi dan Pengamanan Tebing Saluran


Saluran yang melewati tebing rawan longsor diperkuat dengan pasangan batu dan bronjong. Tebing yang tergerus banjir diperbaiki agar saluran tidak putus.


5. Peningkatan Kapasitas


Di beberapa Daerah Irigasi (DI) yang potensial, kapasitas saluran ditingkatkan. Dari yang dulu hanya mampu mengairi 500 hektar, ditingkatkan menjadi 700 hektar. Saluran diperlebar dan diperdalam.


DAMPAK POSITIF YANG LUAR BIASA


Meski pekerjaan masih berjalan, dampak positif dari rehabilitasi irigasi BWS Sulawesi III Palu 2026 sudah sangat terasa dan menjadi harapan baru bagi petani Sulawesi Tengah.


1. Air Kembali ke Sawah, Petani Kembali Tersenyum


Ini dampak paling utama. Dengan saluran yang sudah mulus dan tidak bocor, air dari bendung bisa mengalir lancar sampai ke petak sawah paling ujung. Petani yang dulu hanya panen 1 kali setahun, kini bisa panen 2 sampai 3 kali. Debet air meningkat, pembagian air lebih adil.


"Dulu petani ribut karena air, sekarang, harapan baru muncul, kedepan airnya cukup untuk semua. Sawah tidak lagi kekeringan," kata seorang ketua P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) di Kabupaten Parigi Moutong.


2. Produktivitas Padi dan Ketahanan Pangan Naik


Sulawesi Tengah adalah salah satu lumbung pangan di Sulawesi. Dengan irigasi yang bagus, Indeks Pertanaman (IP) dipastikan naik. Produksi padi meningkat. Ini mendukung program ketahanan pangan nasional. Beras dari Sulteng bisa surplus.


3. Kesejahteraan Petani Meningkat


Kalau panen meningkat dari 1 kali menjadi 3 kali, pendapatan petani otomatis naik 2-3 kali lipat. Biaya pompa air berkurang karena air irigasi sudah mengalir secara gravitasi. Petani bisa menabung, menyekolahkan anak, dan memperbaiki rumah.


4. Mengurangi Konflik Air Antar Desa


Dulu, desa di hulu sering mengambil air berlebihan, desa di hilir kekeringan. Dengan peningkatan jaringan irigasi baru yang terukur dan bangunan bagi yang adil, kedepan pembagian air diatur secara transparan. Konflik sosial berkurang, gotong royong P3A kembali kuat.


5. Lapangan Kerja Lokal


Pekerjaan rehabilitasi irigasi ini menyerap ratusan tenaga kerja lokal. Tukang batu, tukang cor, dan pekerja harian dari desa sekitar dilibatkan. Ekonomi desa ikut berputar selama proyek berjalan.


6. Infrastruktur Tahan Bencana


Saluran yang direhabilitasi dengan beton dan pasangan batu lebih tahan terhadap banjir dan gempa. Jika dulu saluran tanah mudah jebol saat banjir, kini saluran beton lebih kokoh. Ini adalah investasi jangka panjang 20-30 tahun ke depan.


7. Mendukung Pertanian Modern


Dengan irigasi yang bagus, petani mulai berani beralih ke pertanian modern. Kedepan dipastikan ada yang menanam padi unggul, ada yang tumpangsari dengan palawija saat musim kemarau kedua. Irigasi yang teratur memungkinkan pola tanam yang lebih variatif.


DARI LEMBAH PALU HINGGA PESISIR


Wilayah kerja BWS Sulawesi III Palu sangat luas, dari Lembah Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-una, hingga Morowali. Semua memiliki Daerah Irigasi kewenangan daerah yang butuh sentuhan rehabilitasi.


Pekerjaan tahun 2026 ini dilakukan bertahap, menyasar DI-DI yang paling kritis dan paling luas cakupan sawahnya.


Di lapangan, terlihat petugas BWS Sulawesi III bersama konsultan pengawas dan P3A turun langsung mengukur debit air, memastikan kemiringan saluran pas, dan memastikan pintu air bisa beroperasi dengan satu tangan.


Peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi mungkin tidak sepopuler jalan tol atau gedung tinggi. Tidak terlihat megah. Tapi bagi petani, saluran air yang mengalir lancar adalah segalanya. Ia adalah nadi kehidupan.


Program Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama Kewenangan Daerah di BWS Sulawesi III Palu 2026 adalah bukti bahwa negara hadir, bahwa air harus kembali ke sawah, dan bahwa kesejahteraan petani adalah prioritas.


Karena ketika air mengalir, padi tumbuh. Ketika padi tumbuh, petani tersenyum. Dan ketika petani tersenyum, negeri ini akan damai dan sejahterah. RED

×
Berita Terbaru Update