Palu Infoaktualterkini.Com- Kehadiran anggota Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dari Fraksi Partai NasDem, DANDY ADHY PRABOWO di tengah aksi masyarakat di Pelabuhan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, mendapat apresiasi dari massa aksi, Rabu (21/10/2026).
Dandy turun langsung menemui warga untuk mendengarkan aspirasi terkait keberlanjutan pelayanan kapal penumpang di Pelabuhan Pantoloan. Persoalan tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama buruh bagasi, pedagang, dan pelaku usaha lokal yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pelabuhan.
Kehadiran legislator tersebut dinilai menjadi bentuk kepedulian terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan kepastian pelayanan kapal penumpang tetap berlangsung di Pelabuhan Pantoloan.
Meski berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kabupaten Banggai, Banggai Laut, dan Banggai Kepulauan, ( Luwuk Bersaudara ) Dendy tetap hadir untuk menyerap aspirasi warga yang terdampak persoalan pelayanan transportasi laut di Kota Palu.
Pertemuan antara massa aksi dan pihak terkait berlangsung cukup alot. Namun, melalui dialog dan pembahasan bersama, pertemuan tersebut akhirnya menghasilkan berita acara kesepakatan mengenai keberlanjutan pelayanan kapal penumpang di Pelabuhan Pantoloan.
Berita acara kesepakatan itu ditandatangani oleh perwakilan buruh, tokoh masyarakat, pemerintah kelurahan, pihak Pelindo, serta anggota DPRD Sulawesi Tengah. Proses penandatanganan turut disaksikan Kapolresta Palu AKBP Hari Kurniawan bersama sejumlah pihak terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Palu menekankan pentingnya memperhatikan aspirasi masyarakat, mengingat persoalan pelayanan kapal penumpang berkaitan erat dengan keberlangsungan ekonomi warga yang beraktivitas di kawasan pelabuhan.
Salah satu tuntutan utama massa aksi adalah agar kapal penumpang tetap singgah di Pelabuhan Pantoloan sebelum melanjutkan pelayaran ke pelabuhan tujuan berikutnya.
Warga menilai, keberlanjutan aktivitas kapal penumpang sangat berpengaruh terhadap pendapatan buruh bagasi, pedagang, dan pelaku usaha kecil yang selama ini mengandalkan aktivitas penumpang kapal sebagai sumber penghidupan.
Apresiasi terhadap kehadiran Dendi juga disampaikan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Pantoloan, H. Kader, bersama perwakilan buruh dan tokoh pemuda yang turut mengikuti perkembangan persoalan tersebut.
Massa aksi berharap keterlibatan anggota Komisi III DPRD Sulteng dapat memperkuat upaya memperjuangkan kepentingan masyarakat. Mereka juga meminta agar kesepakatan yang telah dicapai tidak berhenti sebatas dokumen, tetapi segera ditindaklanjuti oleh seluruh pihak terkait.
Masyarakat menginginkan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah terus mengawal persoalan ini hingga ada kepastian mengenai pelayanan kapal penumpang di Pelabuhan Pantoloan, sekaligus menjaga keberlangsungan mata pencaharian warga setempat.
Bagi masyarakat, kehadiran wakil rakyat yang bersedia turun langsung mendengarkan aspirasi menjadi langkah penting dalam mencari solusi atas persoalan yang menyangkut kepentingan publik dan ekonomi masyarakat.
Kini, warga berharap kesepakatan yang telah dicapai menjadi awal penyelesaian persoalan, sehingga pelayanan kapal penumpang di Pelabuhan Pantoloan dapat berjalan dengan kepastian dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Liputan : Safrudin/ Agl




