Palu Infoaktualterkini.Com - Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid mendapat kehormatan menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan BTN Leadership Forum 4 Tahun 2026 yang berlangsung di Samosir, kawasan Danau Toba, pada Jumat (08/05/2026).
Dalam forum kepemimpinan tersebut, Wali Kota Hadianto berbagi pengalaman dan strategi kepemimpinan dalam membangun Kota Palu, khususnya terkait transformasi kota dari predikat sebagai salah satu kota terkotor hingga berhasil meraih penghargaan Adipura.
Pada kesempatan itu, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fahri Hamzah, secara khusus mengajukan pertanyaan mengenai langkah dan kiat Pemerintah Kota Palu dalam melakukan perubahan besar dalam waktu relatif cepat.
Menjawab pertanyaan tersebut, Wali Kota Hadianto menjelaskan bahwa capaian Kota Palu tidak terlepas dari perhatian besar pemerintah pusat terhadap pembangunan daerah, termasuk dukungan terhadap pembenahan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
“Semua itu tentu tidak lepas dari peran pemerintah pusat yang memberikan perhatian cukup besar kepada Kota Palu. Di Kota Palu, masyarakatnya memiliki karakter yang kuat. Ketika semangat untuk menjadikan kota ini bersih didorong secara maksimal, awalnya banyak yang tidak percaya. Tapi Alhamdulillah, hasilnya bisa kita lihat bersama,” ujar wali kota.
Wali kota menegaskan bahwa ketegasan dalam kepemimpinan harus dibarengi dengan pelayanan publik yang optimal kepada masyarakat. Menurutnya, perubahan budaya kebersihan dan tata kota tidak akan berjalan efektif tanpa adanya pendekatan pelayanan yang responsif dan humanis.
Sebagai bentuk inovasi pelayanan publik, Pemerintah Kota Palu terus menghadirkan berbagai layanan berbasis digital, salah satunya melalui aplikasi SanguPalu yang memiliki fitur “Lapor Wali Kota Palu”. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan aduan maupun aspirasi secara langsung kepada pemerintah.
Selain itu, Wali Kota Hadianto juga membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat melalui agenda penerimaan tamu tanpa janji di kediamannya setiap hari sebagai bentuk keterbukaan dan kedekatan dengan warga.
“Kalau kita tidak memberikan pelayanan yang baik dan optimal, masyarakat akan merasa hanya diperintah saja. Kita di Kota Palu membangun rasa kepekaan dan kebersamaan, agar semua menjadi tanggung jawab bersama,” ungkap wali kota.
Lebih lanjut, wali kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Palu juga membangun budaya hubungan pelayanan atau culture relationship yang setara di lingkungan pemerintahan.
“Di Kota Palu, kami berusaha menunjukkan bahwa dalam semua hubungan pelayanan, semua itu sama. Wali kota atau kepala dinas itu hanya jabatan. Budaya hubungan seperti itu yang kami bangun. Di sisi lain, kami juga tetap persisten dan memiliki ketegasan mengenai mana yang boleh dan tidak boleh,” jelas wali kota.
Kehadiran Wali Kota Palu sebagai narasumber dalam forum nasional tersebut menjadi bentuk pengakuan atas keberhasilan Kota Palu dalam membangun tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta transformasi lingkungan perkotaan yang semakin maju, bersih, dan berdaya saing.***

