Palu – Infoaktualterkini.com, - Perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Asis Syamsuddin, menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kadin Sulawesi Tengah dengan membawa pesan khusus dari Ketua Umum Kadin Indonesia agar pelaksanaan musyawarah mengedepankan semangat persatuan, kebersamaan, dan musyawarah mufakat.
Dalam sambutannya, Asis Syamsuddin yang hadir bersama sejumlah rombongan pengurus Kadin pusat menegaskan bahwa dinamika organisasi merupakan hal yang lumrah terjadi di berbagai daerah. Namun demikian, ia berharap Musprov VIII Kadin Sulawesi Tengah dapat menjadi contoh pelaksanaan demokrasi organisasi yang tetap menjunjung tinggi persaudaraan.
“Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, semangat persatuan dan nasionalisme yang diwariskan para pendahulu bangsa harus menjadi inspirasi dalam pelaksanaan Musprov ini. Kalau bisa dilakukan secara musyawarah mufakat, itu menjadi hal yang sangat baik,” ujarnya.
Asis mengungkapkan dirinya mendapat mandat langsung bersama jajaran Kadin pusat untuk menghadiri Musprov VIII Kadin Sulawesi Tengah. Ia juga menyampaikan salam dari Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, kepada jajaran pemerintah daerah dan seluruh peserta musyawarah.
Menurutnya, Kadin memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, industri, hingga pengembangan investasi di daerah.
Ia menekankan bahwa organisasi Kadin harus bebas dari kepentingan politik praktis dan fokus pada upaya membangun ekonomi daerah.
“Di Kadin tidak ada warna partai. Yang ada adalah bagaimana memajukan ekonomi daerah, perdagangan, industri, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Asis juga mendorong kepengurusan Kadin ke depan agar lebih aktif menggarap sektor-sektor potensial Sulawesi Tengah, mulai dari hilirisasi industri nikel, perkebunan sawit, kopra, hingga sektor perikanan yang dinilai memiliki dampak besar terhadap peningkatan daya beli masyarakat.
Selain itu, ia menyoroti besarnya potensi komoditas durian asal Sulawesi Tengah yang dinilainya memiliki kualitas tidak kalah dengan durian impor dari Malaysia maupun Tiongkok.
“Saya sempat mencicipi durian lokal Sulawesi Tengah dan kualitasnya sangat bagus. Kalau kualitas dan konsistensinya dijaga, bukan tidak mungkin komoditas ini memiliki peluang besar untuk masuk pasar ekspor,” katanya.
Asis juga memberikan apresiasi kepada Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, atas dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan sektor ekonomi dan dunia usaha di wilayah tersebut.
Di akhir sambutannya, ia berpesan kepada seluruh kandidat, pemegang suara, serta pengurus Kadin kabupaten/kota agar tetap menjaga suasana kondusif apabila proses pemilihan harus dilakukan.
“Kalau pun nantinya terjadi dinamika dalam pemilihan, mari disikapi dengan kepala dingin. Jangan menyalahkan pemegang suara di kabupaten dan kota. Yang terpenting adalah menjaga soliditas organisasi dan semangat membangun perekonomian Sulawesi Tengah,” tutupnya.
Liputan : R


