Palu - infoaktualterkini.com ,- Upaya digitalisasi sektor pangan kembali menunjukkan terobosan baru melalui hadirnya aplikasi “SiGiling”, sebuah platform yang dirancang untuk memantau ketersediaan beras di tingkat penggilingan secara real-time. Aplikasi ini dinilai memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi petani dan pelaku usaha penggilingan, tetapi juga bagi masyarakat luas serta pemerintah daerah.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura,Provinsi Sulawesi Tengah,, Dodot Tinarso menjelaskan , Dari sisi masyarakat, SiGiling memungkinkan akses informasi yang transparan terkait stok beras di penggilingan setempat. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengetahui jumlah stok, kebutuhan yang tersedia, hingga informasi harga beras yang dikeluarkan oleh penggilingan. Transparansi ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas harga serta meminimalisir potensi spekulasi di pasar,Jelasnya.
Sementara itu, bagi petani dan pengusaha penggilingan, aplikasi ini memberikan kemudahan dalam pengelolaan data produksi, mulai dari jumlah gabah yang masuk hingga hasil beras yang dihasilkan. Sistem ini juga dilengkapi dengan titik koordinat lokasi penggilingan, sehingga memudahkan pemetaan distribusi secara geografis,,Ujarnya
" Lanjutnya,,Dari perspektif pemerintah, khususnya dinas terkait, SiGiling menjadi alat strategis dalam pengambilan kebijakan berbasis data. Pemerintah dapat memantau kondisi stok di berbagai wilayah, termasuk mendeteksi potensi surplus dan kekurangan antar kabupaten. Jika terjadi ketimpangan, distribusi beras dapat segera dilakukan dari daerah surplus ke daerah yang mengalami defisit,jelas Dodot,ditemui beberapa waktu lalu.
Langkah ini dinilai sangat efektif dalam mendukung pengendalian inflasi, khususnya yang disebabkan oleh fluktuasi harga beras. Dengan data yang akurat dan terintegrasi, pemerintah dapat melakukan intervensi lebih cepat, seperti operasi pasar atau pengaturan distribusi,katanya.
Mengenai Pengembangan aplikasi ini,sambung Dodot,,berawal dari komunikasi antara pemerintah daerah dengan asosiasi pengusaha penggilingan padi. Melalui kolaborasi tersebut, seluruh penggilingan didorong untuk terintegrasi dalam sistem, sehingga data yang dihimpun menjadi lebih komprehensif dan akurat,Jelasnya
Ke depan, data dari SiGiling juga direncanakan akan terhubung dengan berbagai pihak terkait, termasuk dinas pangan dan tim pengendalian inflasi daerah (TPID). Integrasi ini diharapkan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pangan, Ujarnya
Meski demikian, tantangan di lapangan masih ada, seperti potensi penyalahgunaan distribusi oleh oknum tertentu. Kasus yang pernah terjadi di salah satu daerah menunjukkan bahwa kelangkaan dapat terjadi meskipun stok sebenarnya surplus, akibat distribusi yang tidak terkendali. Oleh karena itu, pengawasan dan kebijakan pendukung tetap diperlukan untuk memastikan efektivitas sistem.,tuturnya
Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, aplikasi SiGiling dinilai sebagai langkah inovatif dalam modernisasi sektor pangan.
Kehadirannya diharapkan mampu menciptakan ekosistem distribusi beras yang lebih transparan, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah dinamika kebutuhan masyarakat.tegasnya
Berita: infoaktualterkini.com
Informasi Resmi: Kepala Dinas Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah
Jurnalis, ; R....
