Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Diresmikan Vhihara Karuna Dipa Oleh Ketua Yayasan Berlangsung Khidmat

Selasa, 18 November 2025 | November 18, 2025 WIB Last Updated 2025-11-18T15:06:55Z

 


Palu Infoaktualterkini.Com - Setelah hampir tiga dekade sejak peletakan batu pertama pada 20 Juli 1995, Vihara Karuna Dipa akhirnya diresmikan pada Minggu (16/11/2025). Jalan Sungai Lariang Kota Palu. Kegiatan Peresmian berlangsung khidmat, ditandai dengan penandatanganan prasasti peresmian dan pengguntingan pita oleh Ketua Umum (Sanghanayaka) Dewan Pimpinan Sangha Theravada Indonesia (STI), Bhikkhu Sri Subhapanno, Mahāthera dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. Reny Lamadjido, didampingi Ketua Yayasan Karuna Dipa, Wijaya Chandra, para bhikkhu Sangha Theravada Indonesia, tokoh pemerintahan, lintas agama, serta umat Buddha dari berbagai daerah.


Ketua Umum (Sanghanayaka) Dewan Pimpinan Sangha Theravada Indonesia (STI), Bhikkhu Sri Subhapanno, Mahāthera, dalam sambutannya menegaskan, peresmian ini memiliki makna historis dan spiritual yang mendalam. 


“Peletakan batu pertama vihara ini dilakukan 39 tahun lalu oleh generasi pertama. Ini sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa sehingga generasi kedua yang meresmikan, yakni anak dari Hermanto Chandra, yakni Wijaya Chandra dan anak dari Gubernur Abdul Aziz Lamadjido, yakni dr. Reny Lamadjido,” ujarnya.


Bhante Subhapanno juga menyebut, setidaknya ada tiga keunggulan umat Buddha di Palu. Pertama, sebelum mendirikan vihara, mereka lebih dahulu membangun sekolah sebagai sarana pendidikan. 


“Mendirikan institusi pendidikan bukan hal mudah. Tidak apa-apa peresmian vihara ini terlambat, tapi umat Buddha di Palu telah memiliki dasar yang kuat,” katanya.


Kedua, Vihara Karuna Dipa bukan hanya rumah ibadah, tetapi sekaligus pusat pendidikan lahiriyah dan batiniah, kegiatan sosial lintas iman, serta ruang puja bakti. 


Ketiga, kehadiran vihara ini diharapkan memberi manfaat dan sumbangsih bagi negara, daerah, dan masyarakat luas. 


“Mudah-mudahan umat Buddha Palu yang semakin dewasa dapat terus berkembang dan memberikan dedikasi terbaik bagi bangsa,” tutupnya.



Hal senada di katakana oleh Ketua Yayasan Karuna Dipa, Wijaya Chandra, dalam sambutannya mengingatkan sejarah panjang pembangunan vihara ini. Setelah peletakan batu pertama di lahan seluas 3.358 meter persegi pada 1995, pembangunan berjalan bertahap hingga kini vihara berdiri kokoh di atas lahan sekitar 1,4 hektar dengan arsitektur bercorak Souraja sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal. Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah membantu pengadaan penyuluh dan guru agama Buddha PNS yang masih sangat minim di Sulteng.( Agl )

×
Berita Terbaru Update