Buol, infoaktualterkini.com - Pemerintah Kabupaten Buol Melalui BKPSDM melaksanakan Test Sebagai langkah percepatan penyediaan data potensi dan kompetensi ASN melalui instrumen Profiling ASN (ProASN), Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyelenggarakan penilaian dan pemetaan kompetensi terhadap pegawai Pemda Buol selama dua hari, yakni pada Rabu - Kamis 26-27 November2025 dilaksanakan di Aula Cat BKPSDM.
Kegiatan ini di Hadir oleh bupati Buol,Pj.Sekda Buol Kantor BKN regioanal Makasar,Para Kepala OPD
Pemetaan kompetensi dan potensi di lingkup Pemda Buol ini bertujuan untuk memperkuat pembangunan, dan penerapan manajemen talenta di lingkungan instansi pemerintah, dengan melibatkan peserta dari jabatan administrator dan jabatan fungsional di semua OPD.
Dalam Sambutannya Bupati Buol menegaskan pentingnya pemenuhan standar kompetensi jabatan bagi ASN sesuai Peraturan Menteri PANRB Nomor 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan ASN. Setiap ASN harus memiliki kompetensi yang memadai agar mampu melaksanakan tugas jabatan secara efektif dan profesional.
Beliau menjelaskan bahwa untuk mengetahui sejauh mana kompetensi yang dimiliki pegawai, diperlukan uji kompetensi melalui kegiatan pemetaan. Program pemetaan pegawai yang dilaksanakan oleh BKN menggunakan metode digital melalui Profiling ASN (ProASN). Program ini merupakan salah satu agenda prioritas BKN tahun 2025 sebagai langkah konkret dalam memetakan potensi dan kompetensi ASN secara cepat, objektif, dan terintegrasi.
Pelaksanaan pemetaan pegawai melalui ProASN ini diharapkan dapat mempercepat penyediaan data potensi ASN secara digital. Data tersebut akan menjadi dasar penting dalam pembangunan dan penerapan Manajemen Talenta di lingkungan BKN. Upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan BKN terhadap Asta Cita ke-7 Presiden Republik Indonesia, yaitu memperkuat reformasi birokrasi dengan memastikan pengelolaan talenta ASN berbasis potensi, bukan senioritas.
Kegiatan pemetaan pegawai melalui ProASN di lingkungan Pemda Buol sendiri diikuti oleh 400 pegawai, meliputpejabat administrator dan pejabat fungsional. Melalui kegiatan ini, berharap proses pemetaan tidak sekadar menjadi formalitas atau uji kompetensi semata, tetapi menjadi instrumen penting dalam mengidentifikasi ASN yang adaptif dan agile melalui integrasi data potensi, kompetensi manajerial, dan sosio-kultural.
Adapun penilaian kompetensi berbasis Profiling ASN (ProASN) menggunakan berbagai alat ukur baru dalam pelaksanaannya, diantaranya tes potensi kompetensi, tes manajerial dan sosio-kultural (Mansoskul), tes literasi digital, serta tes Tripatha Karir. Melalui metode ini, BKPSDM berharap dapat menghasilkan peta potensi dan kompetensi ASN yang lebih akurat, menyeluruh, serta dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan pengelolaan ASN berbasis meritokrasi. Rl


