Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

GM AFC SE Indonesia Sosialisasikan Produk dan Edukasi Bisnis kepada Masyarakat Palu

Minggu, 30 Agustus 2026 | Agustus 30, 2026 WIB Last Updated 2026-08-30T15:16:17Z

 


PALU INFOAKTUALTERKINI.COM – General Manager AFC SE Indonesia, Nicolas Rampisela, mengatakan AFC SE Indonesia terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai produk serta sistem bisnis perusahaan farmasi asal Jepang tersebut.


Hal itu disampaikan Nicolas saat diwawancarai media usai kegiatan sosialisasi dan edukasi AFC di Kota Palu, Minggu (30/8/2026).


Menurut Nicolas, kegiatan yang dilaksanakan di Palu tidak hanya memperkenalkan produk AFC, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat dan para distributor mengenai cara menjalankan sistem bisnis yang diterapkan perusahaan.


“Perusahaan kami merupakan perusahaan farmasi dari Jepang yang membawa produk ke Indonesia dengan model bisnis tertentu. 


Hari ini di Palu kami melakukan sosialisasi dan edukasi tentang produknya, bagaimana menjalankan bisnisnya, itu yang kami lakukan,” ujar Nicolas.


Ia menjelaskan, produk AFC berbentuk serbuk dan, menurutnya, dikembangkan sebagai nutrisi yang mendukung proses regenerasi tubuh.


Nicolas menyebut perusahaan memberikan perhatian pada berbagai persoalan kesehatan, khususnya penyakit degeneratif. 


Namun demikian, ia menegaskan bahwa produk yang diperkenalkan AFC bukanlah pengganti pengobatan medis.


“Produk kami bukan obat. Produk ini merupakan nutrisi yang menurut kami berfungsi untuk membantu dan menstimulasi kemampuan regenerasi tubuh. Karena itu, kami selalu mengedukasi bahwa produk ini tidak boleh menggantikan penanganan medis,” jelasnya.


Menurut Nicolas, AFC SE Indonesia terus berupaya membangun kolaborasi dan komunikasi dengan kalangan medis, termasuk tenaga kesehatan dan apotek.


Ia menyampaikan bahwa sejumlah peserta kegiatan di Palu berasal dari kalangan apotek dan tenaga kesehatan.


“Kami melakukan edukasi bahwa produk ini merupakan pelengkap dalam dunia medis, bukan pengganti pengobatan medis. Cara kerja nutrisi dan pengobatan medis tentu berbeda dan kami ingin masyarakat memahami hal tersebut,” katanya.


Nicolas juga menyebut AFC telah memiliki jaringan distribusi di berbagai wilayah Indonesia.


“Jaringan kami sudah berada di berbagai daerah di Indonesia. Tantangan terbesar kami saat ini adalah edukasi kepada masyarakat dan para distributor agar informasi yang disampaikan tetap sesuai dengan edukasi resmi dari perusahaan,” ungkapnya.


Menurut dia, sistem distribusi yang melibatkan banyak anggota menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam menjaga keseragaman informasi.


Nicolas mengklaim jumlah anggota AFC saat ini telah mencapai sekitar 3,7 juta orang. Oleh karena itu, perusahaan terus melakukan edukasi melalui berbagai kegiatan, termasuk pertemuan langsung, kegiatan daring, serta program edukasi yang menghadirkan tenaga profesional.


“Kami rutin melakukan edukasi melalui kegiatan seperti ini, melalui Zoom, serta menghadirkan dokter untuk memberikan edukasi. Selain itu juga ada edukasi manajemen bagi para member,” jelasnya.


Ia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pendekatan kesehatan secara menyeluruh atau holistik, dengan tetap mengedepankan pemeriksaan dan penanganan oleh tenaga medis.


Menurut Nicolas, edukasi menjadi hal penting agar masyarakat tidak memiliki pemahaman keliru bahwa penggunaan produk nutrisi dapat menggantikan konsultasi maupun pengobatan medis.


“Kami berharap ke depan masyarakat dapat memahami pendekatan kesehatan secara lebih holistik. Namun tetap harus dipahami bahwa produk nutrisi bukan untuk menggantikan penanganan medis,” pungkas Nicolas.


Kegiatan sosialisasi AFC di Kota Palu tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkenalkan produk sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat dan jaringan distributor mengenai sistem bisnis serta penggunaan produk sesuai edukasi perusahaan.


Reporter , Rudi Ch

×
Berita Terbaru Update