Palu, infoaktualterkini.com – Dalam mengelar rapat kerja Daerah ( RAKERDA ) Badan Pengurus Daerah Gabungan Pelaksana konstruksi Nasional Indonesia BPD GAPENSI)
“Rakerda yang dibuka langsung Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr.Hj. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes dihadiri Ketua Umum GAPENSI Andi Rukman Nurdin Karumpa, Wakapolda Sulaqesi Tengah Brigjen Polisi Helmi Kwartra Kusuma Putra Rauf, Ketua Kadin Sulawesi Tengah M. Nur Dg. Rahmatu, unsur Forkopimda serta jajaran pengurus Gepensi Sulawesi Tengah bertempat di Hotel Santika Palu (9/2/2026).
Wakil Gubernur dr. Hj Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes Dalam sambutan pembukaan Rakerda BPD Gapensi Sulawesi Tengah menekankan bahwa, pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan GAPENSI dalam menghadapi keterbatasan fiskal daerah, khususnya pada pembiayaan sektor infrastruktur.
Kemudian wagub menjelaskan program-program pro rakyat tersebut tetap menjadi prioritas pemerintah daerah di tengah keterbatasan anggaran, sembari pembangunan infrastruktur terus didorong secara bertahap dan berkelanjutan.
“ Menurut Wagub, program-program pro rakyat tersebut tetap menjadi prioritas pemerintah daerah di tengah keterbatasan anggaran, sembari pembangunan infrastruktur terus didorong secara bertahap dan berkelanjutan keterbatasan fiskall daerah menjadi tantangan utama pembangunan infrastruktur.
Olehnya, kolaborasi dengan asosiasi jasa konstruksi seperti GAPENSI dinilai krusial, untuk mendorong percepatan pembangunan berkelanjutan.
Juga dijelaskan bahwa, pemerintah provinsi terus berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat agar proyek-proyek strategis di Sulawesi Tengah dapat memperoleh dukungan anggaran nasional.
Di tengah keterbatasan tersebut, kata dia, Pemprov Sulawesi Tengah tetap memprioritaskan program-program pro rakyat yang tergabung dalam sembilan program unggulan Berani, khususnya Berani Cerdas dan Berani Sehat.
Program Berani Cerdas telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 23 ribu mahasiswa asal Sulawesi Tengah, termasuk mahasiswa kedokteran dengan biaya pendidikan tinggi.
Sementara Berani Sehat, memastikan pelayanan kesehatan tetap diberikan meski warga tidak memiliki BPJS aktif.
“Sudah lebih dari 135 ribu pasien kita layani melalui Berani Sehat. Bahkan ratusan pasien kanker yang sebelumnya tidak tertangani kini bisa mendapatkan pengobatan hingga sembuh,” ungkapnya.
Kemudian dikatakatakan bahwa, keberlanjutan program sosial tersebut harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur, meski dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
Rakerda GAPENSI tahun ini, mengusung tema Kolaborasi Mewujudkan Program Berani Sulteng untuk Infrastruktur yang Berkelanjutan, sebagai upaya memperkuat peran dunia jasa konstruksi dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua BPD GAPENSI Sulawesi Tengah, Salmah Rahman, menyampaikan Rakerda GAPENSI 2026 menjadi momentum penting bagi asosiasi jasa konstruksi dalam menghadapi dinamika regulasi serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.Mengahadapi Dinamika Regulasi Jasa Kontruksi sekaligus memperkuat Sinergi dengan pemerintah Daerah dalam mewujudkan Sulteng Nambaso.
Liputan : Agil

