DONGGALA,Infoaktual Terkini Com, Dinas PPKB Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan Fasilitasi Kependudukan (Fakep) dalam pendidikan di tingkat kecamatan.
Pembinaan ini yang nantinya dilakukan oleh kader desa dalam kelompok masyarakat Binaan Se- Kecamatan wilayah Kabupaten Donggala.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Donggala Drs. Mahmud, M. Si (Sekretaris Disdikbud) dan juga hadir sebagai pembawa materi (narasumber) dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, serta dihadiri para peserta pendamping keluarga tingkat kecamatan dan desa Se-Kabupaten Donggala.
Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah memfasilitasi para kader dalam meningkatkan pengetahuan tentang analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan, kewarganegaraan, agama atau etnisitas tertentu. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas (Kadis) P2KB Drs. H. La Samudia Dalili, M. Si, pada saat membuka kegiatan tersebut di Aula DPPKB Donggala.
“Hal ini selaras dengan usaha peningkatan kualitas data dan informasi yang berkualitas, selain itu demi meningkatkan sinergitas dan kerja sama dalam melaksanakan program pengendalian penduduk keluarga berencana dengan mitra kerja,” ujar H. La Samudia Dalili.
Sementara Sekdis Disdikbud Kabupaten Donggala Drs. Mahmud, M. Si, dalam sambutan materinya menjelaskan pendidikan non formal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian professional.
Dalam hal itu, pihaknya memandang, perlu menyediakan keaksaraan fungsional dan pendidikan berkelanjutan untuk orang dewasa dan remaja yang tidak memiliki pendidikan formal (tidak menyelesaikan pendidikan dasar).
Hal yang dimaksudkan tersebut yaitu, menyediakan pendidikan fungsional dan perbaikan bagi kaum muda yang tidak menyelesaikan pendidikan menengah mereka, kemudian menyediakan pendidikan untuk berbagi kategori lulusan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar, dan serta memberikan pelatihan dalam layanan di tempat kerja kejuruan dan profesional untuk berbagai kategori pekerja dan profesional untuk meningkatkan keterampilan mereka, terang dan jelas Mahmud.
"Tujuan yang ingin dicapai, implementasinya di sekolah hingga hasil yang diharapkan dengan program SSK (Sekolah Siaga Kependudukan)," sebutnya.
Mahmud juga menjelaskan maksud dari pada Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). SSK adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh narasumber dari Disdikbud Kabupaten Donggala Mahmud (Sekretaris) didampingi Kepala Sub Bagian Perencanaan Dinas PPKB Kabupaten Donggala Muflihun. (SMR)
